Siapa tak suka melihat pemandangan hijau seperti ini???

Pasti banyak yang suka daripada yang gak suka, ngaku dech,...
Biru, Hijau, Ungu, Pirus dan Perak adalah warna-warna sejuk. Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaan tenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri, warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal. Warna hijau mencerminkan lambang uang, pertumbuhan, kesuburan, kesegaran, dan healing. Tak salah jika banyak yang menganggap hidup berdampingan dengan alam yang hijau nan subur merupakan suatu kedamaian dan kesegaran hidup yang paling membuat tenang.
Banyak cara menyulap lingkungan rumah menjadi hijau dan sejuk, salah satunya dengan bertanam tanaman di dalam pot. Namun tak banyak orang yang bisa konsisten dengan kemauan nya untuk hidup di lingkungan hijau, kebanyakan dari mereka hanya suka hijaunya saja tanpa mau bercapek-capek merawatnya terlebih dengan rutinitas dan kesibukan yang tak bisa ditunda. Masalah klasik yang paling umum dijumpai adalah terlambat memberikan air atau pupuk pada tanaman sehingga mengakibatkan kematian pada tanaman.
Mensiasati hal itu, saya membuat desain pot mini yang lumayan modis namun lumayan efisien dalam hal pemupukan dan penyiraman. Mengadopsi berbagai macam sistem penanaman dalam bertanam hidroponik, saya rasa ini merupakan solusi sederhana yang sangat membantu dalam bertanam tanpa menyiram. Berikut penampakannya:

Itu merupakan tanaman tomat di dalam pot buatan saya, ide nya sederhana,.... yaitu tentang bagaimana menampung stock air dan pupuk sebanyak-banyaknya tanpa mengganggu pertumnbuhan tanaman. Cara itu juga mencakup tentang bagaimana tanaman dengan mudah dan alami bisa mendapatkan air dan nutrisi tanpa bantuan alat apapun.

Pot ini juga merupakan pengembangan dari serangkaian uji coba sistem bertanam dengan botol bekas dibawah ini

Pada sistem aqua bekas diatas memang sangat murah dan mudah dilakukan, namun memiliki kekurangan yang nyata jika digunakan untuk bertanam, khususnya jika tanaman sudah mulai berbuah yakni air dan nutrisi akan cepat habis terserap, itu karena kapasitasnya yang kecil. Kelemahan lainnya, jika tanaman tumbuh dengan suburnya maka dipastikan pot mudah sekali tumbang dan roboh jika terkena angin. Dan kelemahan terakhir sistem botol ini adalah sirkulasi udara di akar yang kurang baik dan sangat minim sehingga sering terjadi busuk akar. Maka saya memodifikasinya seperti berikut:

Dengan begitu masalah kekurangan air dan nutrisi dapat teratasi, pot yang tumbang pun dapat dihindari karena dimensi pot yang jauh lebih luas dengan daya tampung cairan maksimal bisa 2 liter (kotak ukuran 5liter), itu merupakan ukuran yang cukup besar untuk menahan hembusan angin.

Sirkulasi udara juga lebih terjamin karena terdapat ruangan kosong yang cukup luas. Terdapat satu lubang kecil sebagai lubang sirkulasi udara sekaligus sebagai lubang pengecekan larutan. Terdapat 2 lubang untuk meletakkan tanaman, dengan jarak yang cukup aman untuk tanaman kecil, sedang atau pun tanaman menjalar seperti mentimun dan melon dengan menambahkan rambatan tali ataupun ajir dari kayu untuk membuat tanaman tumbuh secara vertikal. Ini juga nampak sangat manis dan cocok sekali jika digunakan untuk bertanam hidroponik strawbery seperti yang saya lakukan ini,....

Didalamnya diberi larutan nutrisi yang menyuplai pupuk bagi pertumbuhan tanaman selama beberapa hari bahkan minggu.

Hanya menambahkan larutan nutrisi hidroponik ataupun larutan racikan sendiri setinggi seperempat pot saja kita sudah bisa meninggalkan tanaman kita selama seminggu lebih dengan tanpa masalah kekeringan. Kita bisa membuatnya dengan kotak apapun dan dengan cara dan desain apapun yang kita sukai. Berikut detailnya,....

Jika dibuka isi bagian dalam kurang lebih seperti ini


Jika menginginkan untuk berkreasi sendiri dengan desain yang sesuai keinginan, saya sediakan kotak polos yang belum dimodifikasi, stok sangat banyak dengan harga 6000.


Stock box polos belum dimodifikasi. Pembelian dalam jumlah banyak bisa nego.
Happy gardening,.... (✿◠‿◠) (◡‿◡✿) (◕‿◕✿)

Dedy Ranch Village, growing guide to home food production.
12 Model Pot Bunga Cantik Dari Bahan Botol #Pilihan
12 Model Pot Bunga Cantik Dari Bahan Botol - Berkebun di dalam rumah, adalah solusi bagi rumah kecil dengan halaman yang kecil. Bagi kamu yang tertarik untuk menanam tanaman obat namun tidak memiliki halaman rumah yang luas untuk menaruh pot bunga besar, mungkin alternatif ini dapat kamu gunakan. Sebuah Model Pot Bunga Cantik ideal untuk menanam tanaman obat adalah tempat simpel yang terjangkau oleh sinar matahari tanpa harus ribet.
Tanaman pot untuk dekorasi rumah setidaknya membutuhkan cahaya matahari secara langsung rata-rata 1-2 jam per hari, dan 6 jam cahaya matahari tidak langsung. Tempat di dekat jendela adalah tempat principle fencing ideal untuk meletakkan tanaman obat. pillar of Islam satu media principle dapat kamu gunakan adalah menggunakan botol bekas. Perlatan yang dibutuhkan cukup sederhana yaitu botol bekas, alat pemotong, tanah dan tentunya bibit tanaman yang Akan ditanam.
Botol plastik biasanya banyak digunakan sebagai wadah untuk berbagai minuman. Sayangnya tidak jarang botol-botol bekas minuman ataupun bekas lainnya dibuang begitu saja. Sedangkan botol plastik ini seperti principle kita tahu tidak bisa dengan mudah diuraikan oleh tanah, sehingga menambah pencemaran lingkungan. Nah kali ini kita bisa membantu mengurangi pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan botol plastik bekas untuk membuat berbagai kerajinan tangan barang bekas.
Kali ini kita Akan membahas cara membuat Pot Tanaman Botol Bekas untuk hiasan teras rumah. Membuat tanaman dalam pot yang Akan kita buat ini bisa dibilang sangat mudah dan sederhana. Tidak perlu bersusah payah membeli pot bila sobat ingin menanam jenis tanaman hias yang cantik dengan segi ukuran tidak terlalu besar. Apa saja principle harus dipersiapkan? berikut ini alat dan bahannya:
Alat dan Bahan Membuat Pot Bunga Botol Plastik:
- Cutter
- Botol Bekas (Ukuran 1 liter air mineral)
- Tanah subur
- Biji atau Bibit Tanaman
Botol bekas biasanya akan langsung kita buang ke tempat sampah, kalau ada pemulung pasti di pungut, tetapi kalau tidak ada? bagaimana? perlu sobat ketahui bahwa bahan plastik butuh waktu 2000 tahun untuk dapat terurai. So lebih baik di daur ulang menjadi keterampilan yang indah atau dengan terpaksa di bakar.
Cara Membuat Pot Bunga Cantik:
- Bentuk botol menjadi pot dengan memotong bagian tengah.
- Buat lingkaran-lingkarang kecil, dengan menggunakan benda tajam seperti cutter atau paku
- Masukan tanah kedalam botol yang sudah dibuat menjadi pot dan di lubangi kecil-kecil di bagian bawahnya.
12 Model Pot Bunga Cantik Dari Bahan Botol #Pilihan
Mudah bukan? untuk lebih lengkapnya, bisa kamu lihat pada gambar ini ..
Cara Membuat Vertical Garden (Vertikultur) Sederhana
Setelah sebelumnya saya menerangkan tentang vertical garden, kali ini saya akan menjelaskan cara membuat vertical garden sederhana yang bisa kamu aplikasikan di pekarangan rumah. Tetapi jika kamu belum mengetahui apa itu vertical garden, sebaiknya baca dulu postingan saya berjudul “Berkebun di Lahan Sempit dengan Vertical Garden”.
Nah, kalau sudah paham tentang kebun vertikal ini dan ingin mencoba membuatnya sendiri, saya akan membantu kamu melalui postingan ini. Sebelumnya, saya memperoleh ilmu mengenai vertical garden dan cara membuat vertical garden sederhana dari pengalaman mengikuti pelatihan pembuatan vertical garden sederhana bersama sebuah organisasi bernama KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia). Di event tersebut saya diperkenalkan dengan metode berkebun ini dan diajari cara membuatnya.
Sebenarnya untuk membuat kebun vertikal ini tidaklah rumit, bahkan anak-anak sekalipun dapat melakukannya. Selain mudah, pembuatan kebun vertikal ini juga tidak memerlukan biaya yang banyak. Pengerjaannya tidak membutuhkan waktu lama, apalagi jika dikerjakan secara kelompok.
Alat dan bahan yang harus kamu siapkan adalah:
- Botol plastik bekas minuman ukuran 1,5 L;
- Tali tambang;
- Cutter atau gunting;
Adapun langkah-langkah membuatnya adalah sebagai berikut:
- Pertama, siapkan lima botol plastik bekas. Botol ini akan digunakan sebagai pot tempat tumbuhnya tanaman. Kamu bisa gunakan botol bekas air mineral yang berwarna bening atau minuman bersoda yang biasanya berwarna hijau jika ingin lebih menarik. Kamu juga bisa mewarnai botol plastik terlebih dahulu dengan sentuhan kreativitas-mu sebelum digunakan agar lebih cantik.
- Buat sebuah lubang besar berbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 3 cm, atau bisa dikira-kira sesuai ukuran tanaman. Sebaiknya jangan terlalu sempit agar lebih mudah dalam memasukkan media tanam serta pupuk. Panjangnya juga disesuaikan, jangan terlalu panjang karena dapat menyebabkan botol menjadi tertekuk setelah dimasukkan tanaman dan media tanam yang membebani bagian tengah botol.
- Buat juga beberapa lubang kecil berdiameter 0,5 cm di bagian bawah lubang persegi panjang yang telah kamu buat. Lubang-lubang kecil ini berfungsi untuk mengeluarkan air pada saat penyiraman. Air yang berlebihan akan menetes dari lubang ini. Untuk membuatnya, kamu bisa menggunakan cutter, gunting, atau ditusuk jarum dan kemudian dilebarkan menggunakan obeng, atau dengan memanaskannya menggunakan solder, atau bisa juga menggunakan bor listrik. Saya sarankan gunakan solder supaya lebih cepat, mudah, dan rapi. Letak lubang-lubang jangan terlalu berdekatan satu sama lain.
- Pot untuk tanaman pun telah selesai. Selanjutnya, kita akan membuat gantungannya. Caranya, buat dua pasang lubang dengan diameter sekitar 1 cm di bagian ujung kanan dan kiri botol menembus bagian dalam botol. Lubang ini berperan sebagai jalur masuk tali tambang. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar.
- Setelah lubang siap, masukkan tali tambang melalui lubang-lubang tersebut. Buat sebuah simpul di ujung tali untuk menyangga bagian bawah pot agar tidak jatuh, kemudian buat juga simpul di atas pot agar menjaga posisi pot selalu seimbang dan tidak berubah-ubah. Di jarak sekitar 1 jengkal (20 cm), buat juga sebuah simpul untuk menyangga bagian bawah pot berikutnya dan buat pula simpul di bagian atas seperti pot sebelumnya. Demikian pula untuk pot-pot selanjutnya.
- Masukkan media tanam dan tanaman kecil ke dalam pot-pot yang telah dibuat. Berikan juga pupuk agar tanaman tumbuh subur. Untuk media tanam, saya sarankan gunakan media tanam yang ringan seperti sekam. Tujuannya adalah supaya tidak berat, karena ada kemungkinan tali atau gantungan dapat putus jika beban tanaman dan media tanam terlalu berat.
- Terakhir, gantung rangkaian pot-pot dari botol bekas yang telah dihubungkan tali itu di tembok atau di plafon teras sebagai hiasan. Jangan lupa sirami tanaman dan beri pupuk secara berkala.
Bagaimana? Mudah bukan? Mau lihat bagaimana hasilnya? Di bawah ini adalah vertical garden sederhana buatan para anggota KOPHI dan buatan saya sendiri.
Hasilnya bagus bukan? Tertarik untuk membuatnya juga di rumah? Semoga berhasil ya… :D
Halo sobat sekalian, kali ini kita akan membahas cara membuat Pot Tanaman dari Botol Bekas. Pot Tanaman yang akan kita buat ini bisa dibilang sangat mudah dan sederhana. Tidak perlu bersusah payah membeli pot bila sobat ingin menanam jenis tanaman hias yang dari segi ukuran tidak terlalu besar. Apa saja yang harus dipersiapkan? berikut ini alat dan bahannya.
Cara pembuatannya:
Kalau kreasi di atas belum cukup membuat kamu puas, kamu bisa berimprovisasi lagi dengan memberinya warna warni atau gambar menurut selera kamu. Seperti pada gambar di bawah ini.
- Cutter
- Botol Bekas (Ukuran 1 liter air mineral)
- Tanah subur
- Biji atau Bibit Tanaman
Cara pembuatannya:
- Bentuk botol menjadi pot dengan memotong bagian tengah.
- Buat lingkaran-lingkarang kecil, dengan menggunakan benda tajam seperti cutter atau paku
- Masukan tanah kedalam botol yang sudah dibuat menjadi pot dan di lubangi kecil-kecil di bagian bawahnya
Daur ulang barang bekas untuk kebun vertikal
Kategori : Green | Date : 03/24/2014
Beberapa teknik membuat kebun vertikal dirumah, bisa memanfaatkan barang bekas, talang air, sampai batok kelapa untuk wadah pot. Kebun vertikal tidak mengunakan banyak tempat dan dapat di tempatkan ditembok atau pot digantung.
Cara mudah mengunakan papan bekas angkutan barang. Dijadikan rak untuk tanaman.

Cari lain mengunakan kain dan kantong sebagai pot tanaman digantung vertikal. Di Indonesia mungkin lebih cocok mengunakan karung plastik atau plastik bekas yang cukup kuat untuk mengantung tanaman.

Cara klasik mengunakan talang air atau pipa paralon cukup besar sebagai wadah pot pohon kecil


Atau mengunakan daur ulang botol bekas sebagai pot dan digantung di bambu. Membuat pot dari botol bekas dibawah ini dengan memotong bagian setengah bagian botol. Masukan tanah kompos, baru berikan tanaman.

Teknik lain mengunakan pohon menjalar yang diberikan bambu agar dahan pohon naik keatas.

Menanam pohon dapat dilakukan di tembok kayu. Dibuat rak untuk pot dan digantung di sisi tembok.

Ini ide menarik, mengunakan pot dari batok kelapa dan botol bekas.

Cara mudah mengunakan papan bekas angkutan barang. Dijadikan rak untuk tanaman.
Cari lain mengunakan kain dan kantong sebagai pot tanaman digantung vertikal. Di Indonesia mungkin lebih cocok mengunakan karung plastik atau plastik bekas yang cukup kuat untuk mengantung tanaman.
Cara klasik mengunakan talang air atau pipa paralon cukup besar sebagai wadah pot pohon kecil
Atau mengunakan daur ulang botol bekas sebagai pot dan digantung di bambu. Membuat pot dari botol bekas dibawah ini dengan memotong bagian setengah bagian botol. Masukan tanah kompos, baru berikan tanaman.
Teknik lain mengunakan pohon menjalar yang diberikan bambu agar dahan pohon naik keatas.
Menanam pohon dapat dilakukan di tembok kayu. Dibuat rak untuk pot dan digantung di sisi tembok.
Ini ide menarik, mengunakan pot dari batok kelapa dan botol bekas.
Macam-macam Media Tanam
Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.
Jenis media tanam yang digunakan pada setiap daerah tidak selalu sama. Di Asia Tenggara, misalnya, sejak tahun 1940 menggunakan media tanam berupa pecahan batu bata, arang, sabut kelapa, kulit kelapa, atau batang pakis. Bahan-bahan tersebut juga tidak hanya digunakan secara tunggal, tetapi bisa dikombinasikan antara bahan satu dengan lainnya.
Misalnya, pakis dan arang dicampur dengan perbandingan tertentu hingga menjadi media tanam baru. Pakis juga bisa dicampur dengan pecahan batu bata.
Misalnya, pakis dan arang dicampur dengan perbandingan tertentu hingga menjadi media tanam baru. Pakis juga bisa dicampur dengan pecahan batu bata.
Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam, seorang hobiis harus memiliki pemahaman mengenai karakteristik media tanam yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya. 8erdasarkan jenis bahan penyusunnya, media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik.
A. Bahan Organik
Media tanam yang termasuk dalam kategori bahan organik umumnya berasal dari komponen organisme hidup, misalnya bagian dari tanaman seperti daun, batang, bunga, buah, atau kulit kayu. Penggunaan bahan organik sebagai media tanam jauh lebih unggul dibandingkan dengan bahan anorganik. Hal itu dikarenakan bahan organik sudah mampu menyediakan unsur-unsur hara bagi tanaman. Selain itu, bahan organik juga memiliki pori-pori makro dan mikro yang hampir seimbang sehingga sirkulasi udara yang dihasilkan cukup baik serta memiliki daya serap air yang tinggi.
Bahan organik akan mengalami proses pelapukan atau dekomposisi yang dilakukan oleh mikroorganisme. Melalui proses tersebut, akan dihasilkan karbondioksida (CO2), air(H2O), dan mineral. Mineral yang dihasilkan merupakan sumber unsur hara yang dapat diserap tanaman sebagai zat makanan. Namun, proses dekomposisi yang terlalu cepat dapat memicu kemunculan bibit penyakit. Untuk menghindarinya, media tanam harus sering diganti. Oleh karena itu, penambahan unsur hara sebaiknya harus tetap diberikan sebelum bahan media tanam tersebut mengalami dekomposisi.
8eberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan sebagai media tanam di antaranya arang, cacahan pakis, kompos, mosS, sabut kelapa, pupuk kandang, dan humus.
1. Arang
Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. Media tanam ini sangat coeok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi. Hal itu dikarenakan arang kurang mampu mengikat air dalam )umlah banyak. Keunikan dari media jenis arang adalah sifatnya yang bufer (penyangga). Dengan demikian, jika terjadi kekeliruan dalam pemberian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk bisa segera dinetralisir dan diadaptasikan.
Selain itu, bahan media ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau eendawan yang dapat merugikan tanaman. Namun, media arang eenderung miskin akan unsur hara. Oleh karenanya, ke dalam media tanam ini perlu disuplai unsur hara berupa aplikasi pemupukan.
Sebelum digunakan sebagai media tanam, idealnya arang dipeeah menjadi potongan-potongan keeil terlebih dahulu sehingga memudahkan dalam penempatan di dalam pot. Ukuran peeahan arang ini sangat bergantung pada wadah yang digunakan untuk menanam serta jenis tanaman yang akan ditanam. Untuk mengisi wadah yang memiliki diameter 15 em atau lebih, umumnya digunakan peeahan arang yang berukuran panjang 3 em, lebar 2-3 em, dengan ketebalan 2-3 em. Untuk wadah (pot) yang lebih keeil, ukuran peeahan arang juga harus lebih kecil.
2. Batang Pakis
Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan batang pakis coklat. Dari kedua jenis tersebut, batang pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering. Selain itu, batang pakis ini pun mudah dibentuk menjadi potongan kecil dan dikenal sebagai cacahan pakis.
Berdasarkan warnanya, batang pakis dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan batang pakis coklat. Dari kedua jenis tersebut, batang pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering. Selain itu, batang pakis ini pun mudah dibentuk menjadi potongan kecil dan dikenal sebagai cacahan pakis.
Selain dalam bentuk cacahan, batang pakis juga banyak dijual sebagai media tanam siap pakai dalam bentuk lempengan persegi empat. Umumnya, bentuk lempengan pakis digunakan sebagai media tanam anggrek. Kelemahan dari lempengan batang pakis ini adalah sering dihuni oleh semut atau binatang-binatang kecillainnya.
Karakteristik yang menjadi keunggulan media batang pakis lebih dikarenakan sifat-sifatnya yang mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman.
3. Kompos
Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Kandungan bahan organik yang tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki kondisi tanah. Berdasarkan hal tersebut dikenal 2 peranan kompos yakni soil conditioner dan soil ameliorator. Soil ( ondotioner yaitu peranan kompos dalam memperbaiki struktur tanah, terutama tanah kering, sedangkan soil ameliorator berfungsi dalam Il1emperbaiki kemampuan tukar kation pada tanah.
Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu Ydng telah mengalami pelapukan secara sempurna, ditandai dengan I IL,rubahan warna dari bahan pembentuknya (hitam kecokelatan), tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memiliki suhu ruang.
4. Moss
Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan, atau kadaka yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa.
Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan, atau kadaka yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa.
Menurut sifatnya, media moss mampu mengikat air dengan baik serta memiliki sistem drainase dan aerasi yang lancar. Untuk hasil tanaman yang optimal, sebaiknya moss dikombinasikan dengan media tanam organik lainnya, seperti kulit kayu, tanah gambut, atau daun-daunan kering.
5. Pupuk kandang
Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.
Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.
Komposisi kandungan unsur hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis hewan, umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang dipakai, perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.
Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan steril. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Pemilihan pupuk kandang yang sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman.
6. Sabut kelapa (coco peat)
Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam ,I ‘iJdiknya berasal dari buah kelapa tua karena memiliki serat yang kuat.
Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam ,I ‘iJdiknya berasal dari buah kelapa tua karena memiliki serat yang kuat.
Penggunaan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dilakukan di daerah yang bercurah hujan rendah. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan media tanam ini mudah lapuk. Selain itu, tanaman pun menjadi cepat membusuk sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Untuk mengatasi pembusukan, sabut kelapa perlu direndam terlebih dahulu di dalam larutan fungisida. Jika dibandingkan dengan media lain, pemberian fungisida pada media sabut kelapa harus lebih sering dilakukan karena
sifatya yang cepat lapuk sehingga mudah ditumbuhi jamur.
sifatya yang cepat lapuk sehingga mudah ditumbuhi jamur.
Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih dikarenakan karakteristiknya yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan
kuat, sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P).
kuat, sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P).
7. Sekam padi
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama. Sebagai media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.
Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama. Sebagai media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.
Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba patogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki kandungan karbon (C) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur, Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.
Sementara kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.
8. Humus
Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh Jasad mikro dan merupakan sumber energi jasad mikro tersebut. Bahanbahan organik tersebut bisa berupa jaringan asli tubuh tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. Biasanya, humus berwarna gelap dan ciijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil)
Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh Jasad mikro dan merupakan sumber energi jasad mikro tersebut. Bahanbahan organik tersebut bisa berupa jaringan asli tubuh tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. Biasanya, humus berwarna gelap dan ciijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil)
Humus sangat membantu dalam proses penggemburan tanah. dan memiliki kemampuan daya tukar ion yang tinggi sehingga bisa
menyimpan unsur hara. Oleh karenanya, dapat menunjang kesuburan tanah, Namun, media tanam ini mudah ditumbuhi jamur, terlebih ketika tl’rjadi perubahan suhu, kelembapan, dan aerasi yang ekstrim. Humus Juga memiliki tingkat porousitas yang rendah sehingga akar tanaman tidak mampu menyerap air, Dengan demikian, sebaiknya penggunaan humus sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porousitas tinggi, misalnya tanah dan pasir.
menyimpan unsur hara. Oleh karenanya, dapat menunjang kesuburan tanah, Namun, media tanam ini mudah ditumbuhi jamur, terlebih ketika tl’rjadi perubahan suhu, kelembapan, dan aerasi yang ekstrim. Humus Juga memiliki tingkat porousitas yang rendah sehingga akar tanaman tidak mampu menyerap air, Dengan demikian, sebaiknya penggunaan humus sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porousitas tinggi, misalnya tanah dan pasir.
B. Bahan Anorganik
Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut diakibatkan o/eh berbagai hal, yaitu pelapukan secara fisik, biologi-mekanik, dan kimiawi.
Berdasarkan bentuk dan ukurannya, mineral yang berasal dari pelapukan batuan induk dapat digolongkan menjadi 4 bentuk, yaitu kerikil atau batu-batuan (berukuran lebih dari 2 mm), pasir (berukuran 50 /-1- 2 mm), debu (berukuran 2-50u), dan tanah liat (berukuran kurang dari 2ju. Selain itu, bahan anorganik juga bisa berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik. Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu gel, pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, vermikulit, dan perlit.
Berdasarkan bentuk dan ukurannya, mineral yang berasal dari pelapukan batuan induk dapat digolongkan menjadi 4 bentuk, yaitu kerikil atau batu-batuan (berukuran lebih dari 2 mm), pasir (berukuran 50 /-1- 2 mm), debu (berukuran 2-50u), dan tanah liat (berukuran kurang dari 2ju. Selain itu, bahan anorganik juga bisa berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik. Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu gel, pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, vermikulit, dan perlit.
1. Gel
Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru, menyiram, atau memupuk. Selain itu, media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Oleh karenanya, hal tersebut akan menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau ruang kerja.
Hampir semua jenis tanaman hias indoor bisa ditanam dalam media ini, misalnya philodendron dan anthurium. Namun, gel tidak eaeak untuk tanaman hias berakar keras, seperti adenium atau tanaman hias bonsai. Hal itu bukan dikarenakan ketidakmampuan gel dalam memasok kebutuhan air, tetapi lebih dikarenakan pertumbuhan akar tanaman yang mengeras sehingga bisa membuat vas pecah. Sebagian besar nursery lebih memilih gel sebagai pengganti tanah untuk pengangkutan tanaman dalam jarak jauh. Tujuannya agar kelembapan tanaman tetap terjaga.
Keunggulan lain dari gel yaitu tetap cantik meskipun bersanding dengan media lain. Di Jepang gel digunakan sebagai komponen terarium bersama dengan pasir. Gel yang berwarna-warni dapat memberi kesan hidup pada taman miniatur tersebut.
2. Pasir
Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Pasir malang dan pasir bangunan merupakan Jenis pasir yang sering digunakan sebagai media tanam.
Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap proses :o::misahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air atau ~’lgin. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan ::emupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal.
Penggunaan pasir seoagai media tanam sering dikombinasikan dengan campuran bahan anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan, atau bahan organik yang disesuaikan dengan jenis tanaman.
Pasir pantai atau semua pasir yang berasal dari daerah yang
bersersalinitas tinggi merupakan jenis pasir yang harus dihindari untuk :gunakan sebagai media tanam, kendati pasir tersebut sudah dicuci :erlebih dahulu. Kadar garam yang tinggi pada media tanam dapat ,enyebabkan tanaman menjadi merana. Selain itu, organ-organ tanaman, seperti akar dan daun, juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis).
bersersalinitas tinggi merupakan jenis pasir yang harus dihindari untuk :gunakan sebagai media tanam, kendati pasir tersebut sudah dicuci :erlebih dahulu. Kadar garam yang tinggi pada media tanam dapat ,enyebabkan tanaman menjadi merana. Selain itu, organ-organ tanaman, seperti akar dan daun, juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis).
3. Kerikil
Pada dasarnya, penggunaaan kerikil sebagai media tanam memang :idakjauh berbeda dengan pasir. Hanya saja, kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.
Seiring kemajuan teknologi, saat ini banyak dijumpai kerikil sintesis. Sifat kerikil sintesis cenderung menyerupai batu apung, yakni memiliki rongga-rongga udara sehingga memiliki bobot yang ringan. Kelebihan kerikil sintesis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah kemampuannya yang cukup baik dalam menyerap air. Selain itu, sistem drainase yang dihasilkan juga baik sehingga tetap dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara dalam media tanam.
4. Pecahan batu bata
Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat keeil, seperti kerikil, dengan ukuran sekitar 2-3 em. Semakin keeil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Selain itu, ukuran yang semakin keeil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media tanam
ini adalah kondisinya yang miskin hara. Selain itu, kebersihan dan kesterilan pecahan batu bata yang belum tentu terjamin. Oleh karena itu, penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
ini adalah kondisinya yang miskin hara. Selain itu, kebersihan dan kesterilan pecahan batu bata yang belum tentu terjamin. Oleh karena itu, penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Walaupun miskin unsur hara, media pecahan batu bata tidak mudah melapuk. Dengan demikian, pecahan batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena memiliki kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Tanaman yang sering menggunakan pecahan batu bata sebagai media dasar pot adalah anggrek.
5. Spons (floralfoam)
Para hobiis yang berkecimpung dalam budi daya tanaman hias sudah sering memanfaatkan spans sebagai media tanam anorganik. Dilihat dari sifatnya, spans sangat ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja. Walaupun ringan, media jenis ini tidak membutuhkan pemberat karena setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat dengan sendirinya sehingga dapat menegakkan tanaman.
Kelebihan lain dari media tanam spans adalah tingginya daya serap
terhadap air dan unsur hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan. Namun, penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. Oleh karena itu, jika spans sudah terlihat tidak layak pakai (mudah hancur ketika dipegang), sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, spans sering digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya eenderung hanya sementara waktu saja.
terhadap air dan unsur hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan. Namun, penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. Oleh karena itu, jika spans sudah terlihat tidak layak pakai (mudah hancur ketika dipegang), sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, spans sering digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya eenderung hanya sementara waktu saja.
6. Tanah liat
Tanah liat merupakan jenis tanah yang bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur. Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki poripori berukuran keeil (pori-pori mikro) yang lebih banyak daripada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang eukup kuat. Pori-pori mikro adalah pori-pori halus yang berisi air kapiler atau udara. Sementara pori-pori makro adalah pori-pori kasar yang berisi udara atau air gravitasi yang mudah hilang. Ruang dari setiap pori-pori mikro berukuran sangat sempit sehingga menyebabkan sirkulasi air atau udara menjadi lamban.
Pada dasarnya, tanah liat bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang kaya akan unsur hara. Penggunaan tanah liat yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti pasir dan humus sangat cocok dijadikan sebagai media penyemaian, eangkok, dan bonsai.
7. Vermikulit dan perlit
Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari
pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan H’,lum. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman. Jika digunakan sebagai campuran media tanam,
pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan H’,lum. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman. Jika digunakan sebagai campuran media tanam,
vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.
Berbeda dengan vermikulit, perlit merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Sebagai campuran media tanam, fungsi perlit sama dengan Vermikulit, yakni menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya serap air.
Penggunaan vermikulit dan perlit sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan dengan bahan organik untuk mengoptimalkan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara.
8. Gabus (styrofoam)
Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer
styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. Mulanya, styrofoam hanya digunakan sebagai media aklimatisasi (penyesuaian diri) bagi tanaman sebelum ditanam di lahan. Proses aklimatisasi tersebut hanya bersifat sementara. Styrofoam yang digunakan berbentuk kubus jengan ukuran (1 x 1 x 1) cm.
styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. Mulanya, styrofoam hanya digunakan sebagai media aklimatisasi (penyesuaian diri) bagi tanaman sebelum ditanam di lahan. Proses aklimatisasi tersebut hanya bersifat sementara. Styrofoam yang digunakan berbentuk kubus jengan ukuran (1 x 1 x 1) cm.
Sekarang, beberapa nursery menggunakan styrofoam sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan porousitas media tanam. Jntuk keperluan ini, styrofoam yang digunakan dalam bentuk yang sudah dihancurkan sehingga menjadi bola-bola kecil, berukuran sebesar biji kedelai. Penambahan styrofoam ke dalam media tanam membuatnya
mennjadi riangan. Namun, media tanam sering dijadikan sarang oleh semut.
mennjadi riangan. Namun, media tanam sering dijadikan sarang oleh semut.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar